Siapa yang tak ingin kuliah di kampus yang katanya terbaik di NKRI? Kampus yang membawa nama Indonesia. Tak munafik, aku juga ingin kuliah disana. Sejak SD, aku telah akrab dengan lingkungan kampus tersebut. Hingga akhirnya, pengambilan keputusan pun terjadi dan herannya aku melupakan kampus tersebut. Jalur undangan masuk perguruan tinggi, aku memilih kampus lain yang berbasis keguruan yaitu Universitas Negeri Jakarta dan Universitas Negeri Semarang. Puji Tuhan, belum diterima. Aku pun mendaftar jalur bidik misi di Politeknik Negeri Jakarta (PNJ) dan Puji Tuhan diterima.
Bersyukur sudah diterima di Poltek, aku melupakan kampus impian. Tiba - tiba kawan memaksaku untuk mengikuti SBMPTN di kampus impian tersebut. Tak disangka, tanpa belajar aku justru diterima di kampus yang satu wilayah dengan PNJ tersebut. Aku bingung memilih yang mana.
POLTEK atau UI?
Dengan segala pertimbangan, aku memilih POLTEK.
Mungkin, jika kalian di posisiku akan memilih UI. Yah, andai aku tak beasiswa bidik misi
di POLTEK tentu UI akan menjadi pilihan. Aku teringat perjuangan untuk mendapatkan beasiswa bidik misi, mulai dari seleksi prestasi, wawancara dan menganalisis kondisi keluarga. Aku juga teringat dengan perkataan seorang dosen di POLTEK.
"Dari 90 peserta bidik misi di program studi ini, hanya 2 yang diterima"
Aku tersadar, ketika aku bahagia diterima di poltek 88 orang lainnya mungkin menangis karena kehilangan kesempatan kuliah melalui jalur bidik misi.
Andai beasiswa ini bisa ditukar, tentu aku akan memilih UI. Namun, aku kembali berpikir. Andai aku memilih UI, tentu orangtua akan terbebani dengan biaya. Yah, meskipun nantinya bisa mengajukan beasiwa tetap saja tak seistimewa beasiswa bidik misi.
Sekarang, aku sudah semester 4 di Poltek.
Aku bersyukur ternyata pilihan ini sudah tepat.
Aku bisa lebih mengembangkan skill dan kompetensi yang aku dapatkan semasa SMK. Meski tak lagi jurusan akuntansi, namun masih dalam satu rumpun bisnis dan manajemen yaitu di jurusan administrasi bisnis terapan. Di jurusan adminstasi bisnis terapan, aku mendapatkan serangkaian skill baru yang dapat dipertanggungjawabkan dengan sertifikat kompetensi dan bukti tentunya.
Administrasi Bisnis Terapan PNJ 2013
Sarjana Terapan PNJ 2017
http://bisnis.pnj.ac.id/news/index/224/S1-Terapan-Administrasi-Bisnis.html
hehehehe
Bersyukur sudah diterima di Poltek, aku melupakan kampus impian. Tiba - tiba kawan memaksaku untuk mengikuti SBMPTN di kampus impian tersebut. Tak disangka, tanpa belajar aku justru diterima di kampus yang satu wilayah dengan PNJ tersebut. Aku bingung memilih yang mana.
POLTEK atau UI?
Dengan segala pertimbangan, aku memilih POLTEK.
Mungkin, jika kalian di posisiku akan memilih UI. Yah, andai aku tak beasiswa bidik misi
di POLTEK tentu UI akan menjadi pilihan. Aku teringat perjuangan untuk mendapatkan beasiswa bidik misi, mulai dari seleksi prestasi, wawancara dan menganalisis kondisi keluarga. Aku juga teringat dengan perkataan seorang dosen di POLTEK.
"Dari 90 peserta bidik misi di program studi ini, hanya 2 yang diterima"
Aku tersadar, ketika aku bahagia diterima di poltek 88 orang lainnya mungkin menangis karena kehilangan kesempatan kuliah melalui jalur bidik misi.
Andai beasiswa ini bisa ditukar, tentu aku akan memilih UI. Namun, aku kembali berpikir. Andai aku memilih UI, tentu orangtua akan terbebani dengan biaya. Yah, meskipun nantinya bisa mengajukan beasiwa tetap saja tak seistimewa beasiswa bidik misi.
Sekarang, aku sudah semester 4 di Poltek.
Aku bersyukur ternyata pilihan ini sudah tepat.
Aku bisa lebih mengembangkan skill dan kompetensi yang aku dapatkan semasa SMK. Meski tak lagi jurusan akuntansi, namun masih dalam satu rumpun bisnis dan manajemen yaitu di jurusan administrasi bisnis terapan. Di jurusan adminstasi bisnis terapan, aku mendapatkan serangkaian skill baru yang dapat dipertanggungjawabkan dengan sertifikat kompetensi dan bukti tentunya.
Administrasi Bisnis Terapan PNJ 2013
Sarjana Terapan PNJ 2017
hehehehe



No comments:
Post a Comment
Thanks for reading. Be Virtuous